Patrolikpknews.com MAKASSAR – Kabar duka menyelimuti sebuah keluarga setelah anggota keluarga mereka, berinisial (KR), ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kostnya. Penemuan ini mengakhiri pencarian pihak keluarga yang sempat hilang kontak dengan korban selama dua hari.
Menurut keterangan pihak keluarga, komunikasi terakhir dengan korban terjadi pada hari senin sekitar jam tiga dini hari. Saat itu, korban masih sempat berkirim pesan singkat membahas perihal kiriman paket. Namun, memasuki senin malam sekitar jam enam sore, ponsel korban sudah tidak dapat dihubungi.
"Kami awalnya tidak menaruh curiga. Kami pikir dia sedang fokus bekerja karena biasanya kalau sedang kerja, dia memang tidak ingin diganggu," ujar (VR) Saudari korban.
Kecemasan mulai muncul pada selasa pagi saat korban tidak kunjung merespons panggilan grup maupun pesan WhatsApp. Bahkan, pihak keluarga sempat mencoba menghubungi melalui pesan singkat di Instagram dengan asumsi ponsel korban mengalami kerusakan teknis, namun tetap tidak membuahkan hasil.
Puncaknya pada Rabu pagi, pihak keluarga yang merasa gelisah meminta bantuan kerabat untuk mengecek langsung kondisi korban di kosnya. Namun, sebelum pengecekan dilakukan, pihak keluarga lebih dulu mendapat kabar duka bahwa (KR) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Jenazah dilaporkan baru ditemukan setelah kurang lebih dua hari sejak komunikasi terakhirnya dengan keluarga terputus.
Peristiwa meninggalnya (KR) yang ditemukan di dalam kamar kostnya, di Jln. Tidung Mariolo, Lorong 1, Kelurahan Bonto Makio, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian di keluarga korban, tetapi juga memunculkan keresahan dipublik terkait rasa keamanan. Karena itu, aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, harus bergerak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas penyebab kematian korban.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, kami menilai bahwa setiap kematian yang memiliki kejanggalan wajib ditelusuri secara menyeluruh. Jangan sampai muncul spekulasi liar yang justru memperkeruh situasi dan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proses hukum. Polisi harus membuka penyelidikan secara objektif dengan mengedepankan prinsip keadilan dan kemanusiaan.
BPC GMKI Makassar mendesak Kapolrestabes Makassar agar memberi perhatian serius terhadap kasus ini. Seluruh fakta harus diungkap tanpa ada yang ditutupi. Pemeriksaan saksi-saksi, hasil forensik, hingga seluruh barang bukti yang berkaitan dengan korban perlu diteliti secara mendalam agar keluarga dan masyarakat memperoleh kejelasan atas peristiwa tersebut.
Kematian seseorang bukan perkara sepele. Negara melalui aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan perlindungan hukum yang adil. Jika memang terdapat unsur tindak pidana, maka pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Kami juga meminta agar pihak kepolisian menyampaikan perkembangan penyelidikan secara terbuka kepada keluarga korban dan publik demi menjaga kepercayaan kita sesama. Transparansi dalam penanganan kasus menjadi hal penting agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan lain di tengah masyarakat.
Harapan kami, kasus kematian (KR) dapat segera menemukan titik terang dan keluarga korban memperoleh keadilan yang seutuhnya. Penegakan hukum yang tegas dan profesional akan menjadi bukti bahwa aparat hadir untuk melindungi masyarakat serta menjaga rasa aman.
Melihat kondisi tersebut, BPC GMKI Makassar, menilai bahwa pentingnya membangun kepedulian sosial, terutama di kalangan generasi muda. Kehidupan modern yang serba cepat sering kali membuat hubungan antar sesama menjadi renggang, Sehingga ada hal yang tidak dapat di pungkuri bisa terjadi.
Selain kepedulian sosial, BPC GMKI Makassar juga mengingatkan pentingnya memperkuat spiritualitas dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Spiritualitas bukan hanya soal aktivitas keagamaan, tetapi juga tentang menghadirkan kasih, empati, dan kepedulian nyata terhadap sesama manusia.
Tragedi ini diharapkan menjadi refleksi bersama agar masyarakat tidak hanya hidup berdampingan secara fisik, tetapi juga saling menjaga dan memperhatikan kondisi orang-orang di sekitar.
BPC GMKI Makassar mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya anak muda, untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih peduli, terbuka, dan suportif demi mencegah lahirnya tragedi-tragedi yang serupa dapat terjadi.


Social Header