Breaking News

Soroti Krisis Listrik, BBM dan LPG 3 Kg, Elang Timur Indonesia Melakukan Aksi Unjuk Rasa Desak Pemerintah Bertindak.

Patrolikpknews.com MAKASSAR, SULSEL — Elang Timur Indonesia bersama sejumlah LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sulawesi Selatan menyuarakan sejumlah tuntutan terkait pelayanan listrik, ketersediaan BBM, serta distribusi LPG 3 kilogram.

Aksi tersebut digelar pada Senin, 14 September 2026. Massa meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret atas berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam aksi tersebut, terdapat delapan tuntutan utama yang disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait.
Pertama, massa meminta agar pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dihentikan. PLN dinilai wajib menjamin pasokan listrik yang stabil dan andal bagi masyarakat.

Kedua, PLN diminta transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyebab maupun dampak gangguan listrik yang terjadi.

Ketiga, massa meminta agar masyarakat dan pelaku UMKM tidak dirugikan akibat gangguan listrik. Penanganan terhadap dampak gangguan listrik diminta dilakukan secara jelas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keempat, massa mendesak pemerintah dan Pertamina mengatasi persoalan kelangkaan BBM. Ketersediaan BBM bagi masyarakat dinilai harus menjadi perhatian serius.

Kelima, distribusi BBM bersubsidi diminta diawasi secara ketat. Massa mendesak agar penimbunan, penyalahgunaan, maupun distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran ditindak tegas.

Keenam, pemerintah dan pihak terkait diminta menjamin ketersediaan LPG 3 kilogram. LPG bersubsidi tersebut harus mudah diperoleh masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Ketujuh, massa juga meminta pengawasan terhadap distribusi dan harga LPG 3 kilogram. Pemerintah diminta memastikan masyarakat kecil tidak menjadi korban permainan harga maupun praktik penimbunan.

Kedelapan, massa mendesak pemerintah hadir dan bertindak memberikan solusi. Pemprov Sulsel, PLN, Pertamina, DPRD, serta instansi terkait lainnya diminta segera memberikan langkah penyelesaian atas persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Selain menyampaikan delapan tuntutan tersebut, massa aksi juga menyuarakan tuntutan pergantian pimpinan pada dua perusahaan energi yang menjadi sorotan.

Massa meminta agar GM Pertamina dan GM PLN Sulselbar dicopot dari jabatannya sebagai bentuk evaluasi terhadap pelayanan dan pengelolaan energi di wilayah Sulawesi Selatan.

Elang Timur Indonesia bersama LSM dan ormas menyatakan bahwa persoalan listrik, BBM, dan LPG merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pemerintah maupun badan usaha terkait tidak boleh mengabaikan keluhan yang muncul di lapangan.

Massa berharap tuntutan tersebut mendapat respons serius dan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret demi kepentingan masyarakat Sulawesi Selatan.
© Copyright 2022 - patrolikpknews.com