Patrolikpknews.com TANA TORAJA – Di tengah keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga LPG bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Toraja Utara, SPBE Minanga Jaya Abadi memastikan proses pengisian tabung LPG tetap berjalan normal sesuai kuota harian yang ditetapkan Pertamina.
Manager Operasional SPBE Minanga Jaya Abadi, Yudi Kurniawan, mengatakan kuota LPG 3 kilogram yang diterima perusahaan berasal dari alokasi Pertamina berdasarkan alokasi harian untuk wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.
"SPBE Minanga Jaya Abadi terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai kuota yang telah ditetapkan Pertamina. Seluruh pengisian kami laksanakan berdasarkan _Delivery Order_ (DO) yang diterbitkan setiap hari," kata Yudi.
Menurut dia, dalam kondisi normal SPBE Minanga Jaya Abadi mampu melakukan pengisian sekitar 6.160 tabung LPG 3 kilogram per hari, bahkan jumlah tersebut dapat meningkat apabila alokasi harian dari Pertamina bertambah.
Yudi menjelaskan, setiap DO yang diterbitkan Pertamina menjadi dasar penyaluran LPG kepada seluruh agen yang beroperasi di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara. Setelah proses pengisian selesai di SPBE, distribusi kepada masyarakat menjadi tanggung jawab agen melalui jaringan pangkalan resmi.
"Terkait informasi mengenai kelangkaan maupun harga LPG 3 kilogram yang dijual lebih tinggi di Toraja Utara, hal tersebut berada di luar kewenangan SPBE karena distribusi kepada masyarakat dilakukan oleh agen dan pangkalan. Dari sisi pengisian, kami tetap menjalankan seluruh DO yang diberikan Pertamina," ujarnya.
Ia menilai, apabila seluruh rantai distribusi berjalan sesuai ketentuan, pasokan LPG bersubsidi kepada masyarakat semestinya tetap tersedia. Karena itu, SPBE Minanga Jaya Abadi berkomitmen menjaga kelancaran proses pengisian agar distribusi LPG 3 kilogram di Tana Toraja dan Toraja Utara tetap berlangsung sesuai alokasi yang telah ditetapkan.


Social Header