Breaking News

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik



Patrolikpknews.com Jakarta, 17 April 2026 — Upaya pemerintah dalam mengakselerasi transformasi 
pengelolaan pendapatan daerah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. 
Untuk itu, Jasa Raharja ikut berpartisipasi pada Rapat Koordinasi Nasional 
Pengelolaan Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Forum bertema ‘Akselerasi Transformasi dan Implementasi 
Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah’ ini menjadi momentum untuk 
memperkuat sinergi, inovasi, serta efektivitas pemungutan guna mendukung 
peningkatan penerimaan daerah dan kualitas pelayanan publik.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si menekankan pentingnya komitmen bersama dari semua pihak 
untuk bisa mengawal pendapatan daerah agar lebih maksimal. Hal-hal yang bisa 
dilakukan adalah intensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah, ekstensifikasi 
pengelolaan sumber-sumber yang belum dioptimalkan, peningkatan sumber daya 
manusia, digitalisasi sistem kerja, serta inovasi agar kinerja semakin meningkat.

Dalam konteks tersebut, kehadiran berbagai pihak dalam rakor ini mencerminkan 
komitmen bersama bahwa negara hadir dalam memastikan tata kelola pendapatan 
daerah berjalan optimal, transparan, dan berkelanjutan.

Pada acara ini, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin didampingi 
oleh Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi hadir sebagai narasumber untuk 
memaparkan peran perusahaan dalam ekosistem pengelolaan pendapatan daerah, 
khususnya melalui penguatan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). 

Awaluddin menyampaikan bahwa Jasa Raharja berperan sebagai enabler dalam 
mendorong peningkatan kepatuhan melalui integrasi data dan pemanfaatan teknologi. 
“Kami mengintegrasikan data registrasi kendaraan dengan pembayaran PKB dan SWDKLLJ secara real-time, mengembangkan sistem analitik untuk mengidentifikasi 
potensi ketidakpatuhan, serta menghadirkan early warning system agar intervensi 
dapat dilakukan lebih dini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam 
menciptakan sistem yang tidak hanya menekankan kewajiban, tetapi juga kemudahan 
dan kepercayaan. “Kepatuhan tidak hanya dibentuk oleh kewajiban, tetapi oleh 
bagaimana sistem yang kita bangun mampu menghadirkan kemudahan,
keterhubungan, dan kepercayaan secara berkelanjutan,” ujarnya, merujuk kepada 
strategi yang dipaparkan dalam forum tersebut .

Melalui peran tersebut, Jasa Raharja juga memperkuat koordinasi lintas sektor 
bersama Kepolisian, Badan Pendapatan Daerah, dan mitra Samsat di seluruh 
Indonesia. Implementasi sistem host-to-host yang telah terhubung di 36 provinsi 
menjadi fondasi penting dalam memastikan validitas data dan meningkatkan 
efektivitas pemungutan. Upaya ini sejalan dengan semangat transformasi digital yang 
didorong oleh pemerintah dan ekosistem Danantara Indonesia dalam memperkuat 
tata kelola BUMN yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima.

Selain itu, sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan Jasa Raharja, perusahaan 
terus menghadirkan inovasi layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat 
sekaligus memperkuat perlindungan dasar bagi pengguna jalan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada peningkatan kualitas 
pelayanan publik dengan prinsip melayani sepenuh hati.

Partisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Pendapatan Daerah Tahun 
2026 ini menegaskan komitmen Jasa Raharja untuk terus berinovasi dan 
berkolaborasi dalam mendukung penguatan sistem pengelolaan pendapatan daerah. 
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendorong peningkatan kepatuhan secara 
berkelanjutan, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, 
transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
© Copyright 2022 - patrolikpknews.com