Patrolikpknews.com SIDRAP – Langkah nyata menuju Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) terus digencarkan. Terbaru, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Irsyad menggelar program Penanganan Anak Tidak Sekolah yang dipusatkan di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lembaga pendidikan non-formal dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).
Ketua PKBM Al-Irsyad, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini bukan sekadar mengembalikan anak ke meja belajar, melainkan memberikan solusi pendidikan yang komprehensif.
"Tujuan utama kami adalah memberikan layanan pendidikan non-formal melalui program Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) bagi anak-anak yang putus sekolah. Namun, kami tidak berhenti di sana," ujar Abdul Gafur.
Ia menambahkan bahwa selain ijazah penyetaraan, para warga belajar juga dibekali dengan pelatihan life skill. Hal ini bertujuan agar para lulusan nantinya memiliki keterampilan khusus yang dapat dijadikan modal untuk bekerja atau berwirausaha secara mandiri.
Pemilihan Desa Buae sebagai lokasi penanganan ATS diharapkan menjadi titik awal pergerakan yang lebih masif di seluruh penjuru Kabupaten Sidrap. PKBM Al-Irsyad menargetkan desa ini mampu menjadi contoh sukses penuntasan masalah pendidikan di tingkat akar rumput.
"Harapan besar kami adalah agar Desa Buae bisa menjadi role model atau percontohan bagi desa-desa lainnya di Sidrap. Jika penanganan di sini berhasil, kita optimis target Sidrap Zero ATS dapat segera tercapai," tegas Abdul Gafur
Lanjut Abdul Gafur mengatakan, Secara garis besar, program yang diinisiasi oleh PKBM Al-Irsyad ini mencakup tiga poin utama:
Tujuan: Memberikan akses pendidikan yang setara dan bermutu bagi masyarakat yang terkendala jalur formal.
Sasaran: Anak-anak usia sekolah yang putus sekolah di wilayah Desa Buae dan sekitarnya.
Harapan: Menciptakan generasi muda yang berpendidikan, memiliki keahlian praktis, serta mewujudkan Sidrap sebagai kabupaten dengan angka anak tidak sekolah nol persen.
Dengan adanya sinergi antara PKBM, pemerintah desa, dan kesadaran masyarakat, tantangan pendidikan di pelosok diharapkan dapat teratasi demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah., pinta Gafut.
Sementars Kades Buae Ir. H. Laupe Umar mengatakan apresiasi dan sambut baik atas langkah yang di lakukan PKBM Al. Irsyad atas di tunjuknya Desa Buae secara sebagai lokasi fokus program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Sidrap. Langkah strategis ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Buae yang berkomitmen penuh mendukung pemenuhan hak pendidikan bagi warga yang sempat terputus sekolah. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif dalam menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut, ungkap H. Laupe Umar
Lanjut H. Laupe Umar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PKBM Al Irsyad atas inisiatif dan kerja nyatanya di lapangan. Menurutnya, langkah PKBM Al Irsyad merupakan gerakan mulia yang memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan.
H. Laupe Umar menegaskan bahwa persoalan pendidikan adalah tanggung jawab bersama demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Di katakan H. Laupe Umar bahwa Pemerintah Desa berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan formal maupun kesetaraan. Selain sebagai sarana pemenuhan administrasi pendidikan, program ini bertujuan mengubah pola pikir orang tua agar lebih memotivasi anak-anak mereka. Sinergi antara pemerintah desa dan lembaga non-formal seperti PKBM diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan.
Dengan adanya kolaborasi ini, Desa Buae diharapkan menjadi pelopor bagi desa-desa lain dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Fokus utama ke depan adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam literasi dan memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di dunia kerja. Program ini menjadi bukti nyata bahwa jalur pendidikan kesetaraan memiliki peran vital dalam pembangunan desa, pinta H. Laupe Umar.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kab Sidrap di Wakili Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Rahnat Hambali mengataan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif berkomitmen penuh untuk mewujudkan Sidrap wilayah bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS.
Lanjut Rahmat Hambali, menegaskan bahwa langkah ini merupakan prioritas utama pemerintah daerah dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia. Program ini dirancang untuk memastikan seluruh anak usia sekolah di Sidrap mendapatkan akses pendidikan formal maupun non-formal tanpa terkecuali.
Dalam penjelasannya, Rahmat Hambali menekankan pentingnya validasi data dan penyisiran langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi faktor utama penyebab anak putus sekolah. Beliau menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kecamatan hingga desa untuk bekerja sama dalam memfasilitasi anak-anak tersebut agar kembali ke bangku sekolah, baik melalui sekolah reguler maupun program kesetaraan di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting untuk memutus rantai kemiskinan dan mempersiapkan generasi muda Sidrap yang kompetitif, ungkap Rahmat Hambali
Di jelasan Rahmat Hambali bawa Melalui gerakan ini, Pemerintah Daerah menaruh harapan besar agar tidak ada lagi anak di Bumi Nene Mallomo yang tertinggal dalam hal pendidikan.
Ia berharap partisipasi aktif dari orang tua dan masyarakat sangat diperlukan untuk menyukseskan visi Bupati tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, target Zero ATS di Sidrap diharapkan dapat tercapai dalam waktu dekat, menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, mandiri, dan sejahtera, terang Rahmat Hambali. (Risal Bakri)


Social Header