Breaking News

Jasa Raharja Catat Penurunan Jumlah Kecelakaan dan Fatalitas selama Idulfitri 2026, Rekayasa Lalu Lintas Ikut Berperan


Patrolikpknews.com Jakarta, 27 Maret 2026 — Jasa Raharja mencatat adanya penurunan jumlah 
kecelakaan dan fatalitas korban selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026. 
Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2026, penurunan tersebut dinilai tidak terlepas 
dari efektivitas penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one-way dan 
pengaturan distribusi kendaraan di sejumlah titik strategis.

Hal ini disampaikan dalam acara Pembukaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas One 
Way Tahap II yang berlangsung di Command Center PJR KORLANTAS POLRI KM 
29, Jumat (27/3), dan dibuka langsung oleh Menteri Perhubungan RI Dudy 
Purwagandhi. Kegiatan ini mencerminkan sinergi lintas sektor antara kepolisian, 
kementerian, dan BUMN, termasuk Jasa Raharja, dalam mewujudkan komitmen 
negara hadir dalam memberikan perlindungan dan pelayanan publik yang optimal 
selama periode Idulfitri 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Agus Suryonugroho, 
S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan dan 
angka fatalitas selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung dibandingkan pada periode 
yang sama tahun sebelumnya.

“Berdasarkan hasil pengecekan peristiwa kecelakaan selama pelaksanaan Operasi 
Ketupat, terjadi penurunan fatalitas korban kecelakaan hingga 30,4%. Selain itu, 
jumlah peristiwa kecelakaan juga mengalami penurunan sebesar 5,3%,” ujar Agus.

Penerapan manajemen lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, serta 
pengaturan distribusi kendaraan di jalur tol dan non-tol menjadi strategi utama dalam 
mengurai kepadatan kendaraan, sehingga perjalanan baik mudik maupun balik 
menjadi lebih aman dan nyaman. Langkah ini juga didukung oleh kehadiran petugas 
di lapangan, termasuk petugas Jasa Raharja, yang turut aktif dalam pemantauan dan 
penanganan kecelakaan lalu lintas.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa 
meskipun terjadi penurunan angka kecelakaan, perhatian tetap perlu diberikan pada 
dominasi kendaraan roda dua serta kecelakaan di jalan non-tol.

“Kami mencermati bahwa peristiwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan 
roda dua yang terjadi di jalur non-tol. Oleh karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas 
dan kendaraan menjadi sangat penting agar arus balik dapat lebih terkendali dan risiko 
kecelakaan dapat ditekan,” jelas Awaluddin.

Lebih lanjut, Awaluddin menyampaikan bahwa sebagai penyelenggara asuransi 
kecelakaan Jasa Raharja, perusahaan telah memastikan penyaluran santunan 
kepada korban kecelakaan berjalan dengan cepat dan tepat. 

“Hingga saat ini, kami telah menyalurkan santunan kepada korban meninggal dunia 
maupun ahli waris dengan total nilai mencapai Rp11,9 miliar. Ini merupakan bagian 
dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, serta 
memastikan bahwa hak korban terpenuhi secara optimal,” tambahnya.

Sebagai bagian dari BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja 
terus memperkuat perannya dalam memberikan perlindungan dasar kepada 
masyarakat. 
Dengan semangat melayani sepenuh hati, berbagai langkah strategis 
dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dirasakan dalam setiap layanan, 
khususnya pada momentum dengan mobilitas tinggi seperti Idulfitri

Keberhasilan menekan angka kecelakaan ini juga menunjukkan pentingnya 
kolaborasi antara seluruh stakeholder, serta meningkatnya kesadaran masyarakat 
dalam berlalu lintas. Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus mendukung 
keselamatan transportasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sebagai 
bagian dari kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat Indonesia.
© Copyright 2022 - patrolikpknews.com