Breaking News

Gelombang Keresahan Melanda Warga Kota Palopo Dugaan Aksi Pelecehan Seksual Terjadi Di Lingkungan Pendidikan dan Area Publik.

PALOPO –PATROLI KPK NEWS-,- Gelombang keresahan melanda warga Kota Palopo menyusul mencuatnya dugaan aksi pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan dan area publik. 

Menanggapi hal tersebut, Aliansi Aktivis Anti Asusila Sulawesi Selatan (A4 Sul-sel) mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak tegas dan profesional.
Ketua A4 Sul-sel, Nuryadin, menyatakan bahwa dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan oknum dosen dari salah satu perguruan tinggi negeri di Palopo merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Ia meminta pihak kepolisian segera melakukan pengusutan tuntas.
​“Kami mendesak agar terduga pelaku segera diusut. Proses hukum harus berjalan tegas agar masyarakat, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, kembali merasa aman,” ujar Nuryadin saat ditemui di Kota Palopo, Selasa (17/2/2026).

​Nuryadin menyayangkan apa yang ia nilai sebagai lambannya respons aparat dalam menangani laporan tersebut. Menurutnya, penanganan yang cepat dan transparan sangat krusial untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

​Ia juga menyebut adanya dugaan intimidasi yang dialami korban. "Sangat ironis jika korban yang seharusnya mendapat perlindungan justru merasa diintervensi. Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi kami," lanjutnya.
​Berdasarkan data yang dihimpun aliansi tersebut, kasus kekerasan seksual di institusi pendidikan masih menjadi ancaman serius. Nuryadin menyebutkan bahwa mayoritas kasus yang terjadi meliputi pelecehan, pencabulan, hingga pemerkosaan yang sering kali memanfaatkan relasi kuasa.

​“Kasus ini tidak hanya terjadi di dalam kampus, tetapi juga di luar. Salah satu dugaan kasus terbaru menimpa seorang pekerja kedai minuman. Modus yang digunakan beragam, mulai dari ajakan keluar kota hingga memanfaatkan kondisi korban yang sedang tidak berdaya,” ungkap Adhy, sapaan akrabnya.

​A4 Sul-sel menuntut sikap tegas dari pemangku kepentingan, mulai dari tingkat Rektorat, Kapolres Palopo, Kapolda Sulsel, hingga Wali Kota dan Gubernur Sulawesi Selatan. Mereka diminta untuk memberikan atensi khusus guna memutus rantai kekerasan seksual dan tindakan intimidatif terhadap korban.

​Pihaknya menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika penanganan di tingkat Polres Palopo dianggap jalan di tempat, mereka berencana membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi.

​“Jika proses di Polres Palopo lamban dan tidak menunjukkan kejelasan, kami akan membawa kasus ini ke Polda Sulsel. Kami juga tengah menyiapkan surat aduan serta surat pemberitahuan untuk aksi demonstrasi berjilid-jilid,” tegas Nuryadin.

​Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolres Palopo dan pihak kampus terkait untuk mendapatkan klarifikasi resmib atas dugaan kasus dan tudingan miring dalam penanganan perkara tersebut.

Laporan Adhy Nuryadin
Editor .Dian Reskina
© Copyright 2022 - patrolikpknews.com