Breaking News

Diskusi dengan Forum Wartawan Perhubungan, Muhammad Awaluddin Paparkan Transformasi Peran Jasa Raharja



Patrolikpknews.com JAKARTA, 28 Oktober 2026 – PT Jasa Raharja (Persero) terus memperluas 
perannya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional. Tidak lagi hanya 
berfokus pada penyerahan santunan, perusahaan kini bergerak menuju peran yang 
lebih luas sebagai protection provider.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat 
kontribusi Jasa Raharja dalam perlindungan masyarakat melalui kolaborasi dengan 
berbagai pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, 
dalam pertemuan dengan Forum Wartawan Perhubungan yang dilaksanakan di 
Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Awaluddin memaparkan 
arah transformasi Jasa Raharja melalui tema Beyond Compensation: Membangun 
Ekosistem Keselamatan Transportasi Indonesia, yang mengusung semangat From 
Payer to Protector. From Protector to Predictor.

Menurut Awaluddin, perkembangan mobilitas masyarakat dan kompleksitas risiko 
transportasi menuntut sistem perlindungan yang semakin adaptif.

“Transformasi dari 
administrative payer menjadi protection provider bukan berarti Jasa Raharja ingin 
mengambil alih peran regulator ataupun pemangku kepentingan lain. Kami justru ingin 
memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai dengan mandat dan kapasitas yang 
kami miliki. Kami ingin hadir bukan hanya ketika kecelakaan sudah terjadi, tetapi juga 
menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan
memperkuat perlindungan masyarakat,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab 
bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Dalam ekosistem tersebut, 
setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing yang harus saling 
melengkapi. 

Jasa Raharja berupaya memperkuat kontribusinya melalui pemanfaatan 
data kecelakaan, edukasi keselamatan, peningkatan kualitas pelayanan korban, serta 
dukungan terhadap program-program keselamatan yang dijalankan bersama para 
pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai program keselamatan transportasi yang 
telah dijalankan Jasa Raharja. 

Sepanjang Januari-September 2026, Jasa Raharja 
merealisasikan 6.098 program keselamatan transportasi melalui enam pilar intervensi, 
yakni meliputi edukasi dan sosialisasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, 
intervensi infrastruktur, inovasi teknologi, penelitian dan evaluasi, serta inovasi 
program.

Kegiatan tersebut antara lain menyasar 875 titik rawan kecelakaan di 
berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, penguatan peran Jasa Raharja sebagai protection provider tetap bertumpu 
pada pelaksanaan mandat utama perusahaan dalam memberikan perlindungan dasar 
kepada korban kecelakaan.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Jasa Raharja 
telah memberikan pelayanan kepada 129.443 korban kecelakaan, yang terdiri atas 
20.836 korban meninggal dunia dan 108.607 korban luka-luka.

Awaluddin menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan santunan tetap 
menjadi prioritas utama. “Namun, kami juga ingin melangkah lebih jauh. Ketika data 
dan pengalaman pelayanan yang kami miliki dapat dimanfaatkan untuk mendukung 
pencegahan kecelakaan, di situlah Jasa Raharja dapat memberikan nilai tambah yang 
lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
© Copyright 2022 - patrolikpknews.com